Senin, 19 Oktober 2015

Istilah - istilah dalam Eksplorasi

BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar belakang
Pertambangan adalah suatu kegiatan yang mencakup mulai dari prospeksi ,eksplorasi, evaluasi, development, eksploitasi dan penjualan / pemasaran bahan tambang. Eksplorasi sendiri mempunyai arti penjelajahan, pencarian, atau menemukan. Artinya eksplorasi adalah suatu kegiatan penjelajahan atau pencarian dengan maksud dan tujuan menemukan sesuatu misalnya, tempat tak dikenal, titik batu bara, minyak, dan emas berada, dan lain – lain. Dalam kegiatan eksplorasi sendiri ada banyak istilah yang digunakan dalam mengartikan sesuatu yang kita belum ketahui, maka dari itu pada laporan ini saya akan membahas beberapa istilah dari sekian banyak istilah yang ada pada kegiatan eksplorasi.

1.2       Tujuan
            Tujuan dari laporan yang bertemakan “Istilah – Istilah Dalam Eksplorasi “ ialah sebagai berikut :
1.    Sebagai penambah wawasan mengenai ilmu pertambangan.
2.    Mengetahui dan mengerti arti dari berbagai macam istilah yang ada dalam eksporasi baik secara arti dan penjabaranya.
3.     Mendapatkan gambaran mengenai kegiatan eksplorasi dengan media istilah – istilah dalam kegiatan eksplorasi.



BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Definisi
          Eksplorasi adalah penjelajahan lapangan dengan maksud tujuan memperoleh data atau informasi mengenai suatu daerah yang memiliki potensi sumber daya alam tertentu seperti sumber minyak, sumber batu bara dan lain-Nya. Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum kegiatan penambangan dilakukan mengingat keberadaan bahan tambang memiliki penyebaran  yang tidak merata dan sifatnya sementara atau tidak dapat diperbaharui lagi.

2.2       Istilah – istilah yang terkandung dalam kegiatan eksplorasi
            Banyak istilah – istilah yang digunakan dalam kegiatan eksplorasi. Antara lain sebagai berikut :
1.    Area reconnaissance
Area reconnaissance memiliki arti peninjauan daerah. Peninjauan daerah adalah kegiatan yang dilakukan dengan melakukan survei langsung ke daerah yang dituju guna mendapatkan data atau informasi secara jelas. Namun sebelum peninjauan daerah dibutuhkan peta sebagai acuan pada suatu daerah, peta yang digunakan adalah peta topografi
         Foto : 2.1
     Peta Topografi
2.    AMDAL ( environmental impact assessment )
AMDAL merupakan singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan, yaitu studi tentang dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup, dan hasilnya digunakan untuk proses pengambilan keputusan.

3.    Accumulation of petroleum
Accumulation of petroleum adalah tempat berkumpulnya minyak bumi yang kadang-kadang beserta gas di dalam perangkap struktur atau perangkap stratigrafi di suatu daerah.

4.    Antimonit ( antimonite, stibnite )
Animonit adalah lipatan lapisan batuan yang berupa lengkungan terbuka ke bawah, yang terjadi akibat adanya gaya tekan lateral.

5.    Geophysical Logging
Geophysical logging adalah suatu pengukuran elektronik dan pencatatan tanggapan terhadap batuan dan batubara dari peralatan diturunkan di lubang bor terbuka. Catatan (log) memberikan catatan ketebalan rinci dari berbagai jenis batuan dan batu bara yang telah dibor.    

6.    Mining Section                                                            . 
Mining section merupakan pemilihan tertentu ketebalan batubara dimana direncanakan akan ditambang oleh open-pit atau peralatan pertambangan bawah tanah. Bagian pertambangan mungkin termasuk perpisahannya batu dalam lapisan batubara di mana itu dianggap tipis untuk memisahkan ditambang seperti membuang limbah selama proses penambangan.

7.    Kendali mutu ( quality control ).
Kendali mutu adalah sudut yang dibentuk oleh lapisan batuan dengan bidang horizontal yang tidak tegak lurus terhadapjurus lapisan; kemiringan semu selalu lebih kecil daripada kemiringan sejati.

8.    Lubang elektron ( electron hole ).
Lubang elektron adalah lubang bor yang lumpur pembilas/lumpur pemborannya tidak naik sehingga tidak diperoleh data lapisan bawah permukaan.

9.    Lunau awal ( primary slime )
Lunau awal adalah lumpur yang khusus dibuat dengan sifat fisik tertentu yang digunakan dalam pemboran.

10.  Pengebor (driller)
Driller adalah Karyawan atau pekerja yang berhubungan dengan kegiatan pengeboran.

11.  Pengeboran ( drilling )
Drilling adalah pengayakan partikel berukuran kasar dalam keadaan kering, biasanya dilakukan setelah pengayakan basah; partikel yang tidak melalui ayakan halus, setelah dikeringkan diayak kembali.

11.  Pengeboran inti ( core drilling )
Core drillinga adalah pekerjaan untuk menembus batuan dengan menggunakan alat bor .

12.  Pengeboran nirinti (noncoredrilling)
Pengeboran adalah pengeboran yang dilakukan untuk memperoleh percontoh batuan berupa inti.

13.  Pengeboran pancar air ( water jet drilling )
Water jet drilling adalah pengeboran yang menghasilkan serpihan atau lumpur sebagai percontoh tanpa memperoleh inti.

14.  Pengeboran putar ( rotary drilling )
Rotary drilling adalah pengeboran untuk memotong batuan yang tidak kompak, seperti tanah dengan daya kikis pancaran air yang bertekanan tinggi.

15.  Pengeboran terarah ( directional drilling )
Pengeboran terarah adalah pengeboran yang menggunakan alat bor putar.

16.  Pengeboran tumbuk ( churn drilling )
Pengeboran tumbuk di bagi menjadi dua, yaitu :
a.    pengeboran yang arahnya sengaja disimpangkan dari arah semula menuju ke arah lain, untuk menghindari halangan, setelah halangan dilalui pengeboran dilanjutkan menuju kesasaran semula.
b.    pengeboran yang arahnya disengaja miring atau melengkung (tidakvertikal).

17.  Rank of Coal
Rang of coal adalah sebuah peringkat batubara merupakan indikasi jumlah panas dan tekanan yang ditempatkan pada lapisan batubara. Peringkat yang lebih tinggi (coking) batubara telah meningkatkan jumlah kandungan karbon dan biasanya berhubungan dengan pegunungan membangun kondisi geologi ditandai dengan patahan dan lipat. Batubara ditemukan di padang rumput Kanada umumnya peringkat lebih rendah (Thermal) dan diendapkan dalam lingkungan geologi yang lebih tenang.

18.  Raw of Coal
Raw of coal adalah batubara yang belum mengalami setiap sarana dari benefisiasi oleh layar, pemutus putar atau pabrik pengolahan.

19.  Roof
Roof adalah lapisan yang ditemukan tepat di atas lapisan batubara.

20.  Struktur ( structure )
Strukture adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari rangkaian, susunan, distribusi, kronologi, klasifikasi, korelasi, dan hubungan antar-lapisan batuan terutama batuan sedimen.

21.  Struktur silikat ( silicate structure )
Struktur silikat adalah keseluruhan penampakan pada batuan atau bijih balk pada percontoh setangan (seperti aliran, amigdaloidal, lapisan, kekaran, belahan) ataupun pada singkapan(seperti lipatan, sesaran, ketidakselarasan).

22.  Suasana reduksi ( reducing atmosphere )
Reducing atmosphere adalah kegiatan untuk menghitung dan mempertimbangkannya suatu endapan bahan galian ditambang dan/atau diusahakan secara menguntungkan.

23.  Sudut geming ( angle of repose; angle of rest )
Sudut geming adalah sejumlah paras yang berukuran lebih kecil yang terletak di antara dua paras utama; biasanya istilah ini dipakai untuk tambang bijih bawah tanah.

24.  Sudut geser dalam ( angle of internal friction )
Sudut geser dalam adalah sudut kemiringan maksimum yang terbentuk jika material tertumpuk bebas sebelum butir-butir material itu akan menggelinding atau meluncur; besarnya bergantung pada macam material dan kandungan air; pengukurannya dilakukan terhadap bidang datar.

25.  Thrust Fault
Thrust fault adalah gaya dorong patahan biasanya ditemukan di daerah pegunungan dan umumnya menunjukkan sudut yang relatif rendah dan mungkin memiliki perpindahan utama selama ratusan meter

26.  Trenching
Trenching adalah penghapusan manual atau batubara termekanisasi yang membebani atau lapuk diambil untuk lebih mengekspos singkapan lapisan batubara sehingga memungkinkan untuk pengukuran rinci ketebalan lapisan batubara dan komponennya.

27.  Volatile Matter
Batubara utamanya terdiri dari Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen, isi berat yang terakhir 3 elemen disebut sebagai isi Volatile dan dianalisis dengan tes laboratorium tertentu.
28.  Washability Studies
Washability studies adalah pengujian diambil pada bor inti dan sampel sebagian besar dari batubara mentah untuk memperkirakan berapa banyak batu dapat dihilangkan dari campuran batu bara dan batu.



BAB III
KESIMPULAN


Eksplorasi merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang ada di dalam industri pertambangan baik itu tambang batu bara, tambang minyak, tambang emas dan lainya. Kegiatan eksplorasi sangatlah penting bagi industri pertambangan karena dengan adanya kegiatan eksplorasi kita dapat mengetahui dengan baik apakah isi dari kandungan perut bumi dari daerah yang akan kita lakukan kegiatan penambangan.
Banyak sekali istilah – istilah yang digunakan di dalam eksplorasi misalnya, antimonit (antimonite). Animonit adalah lipatan lapisan batuan yang berupa lengkungan terbuka ke bawah, yang terjadi akibat adanya gaya tekan lateral, dan masih banyak lagi istilah – istilah dalam eksplorasi.



DAFTAR PUSTAKA


Johnston, Daniel. 2003. “International Explorattion Economics, Risk, and Contract Analysis”. Penn Well Corporation 1421 South Sheridan Road Tulsa. Oklohama, USA.

Wamir, Mohamad. 2014.“ Istilah – istilah Eksplorasi ” . http://mwamir.wordpress.com/2014/09/30/. Diakses pada 20 oktober 2014 pukul 15.45 WIB.